Ciri-Ciri Puisi dan Penjelasannya

Ciri-Ciri Puisi dan Penjelasannya-Puisi yang merupakan karya sastra berwujud tulisan yang di dalamnya terkandung irama, rima, ritma, dan lirik pada setiap baitnya ini memiliki beberapa pengertian yang disebutkan oleh beberapa ahli. Salah satunya adalah Sumardi yang menyebutkan bahwa puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan, dan diberi irama sesuai dengan bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif. Untuk bisa memahami puisi, ketahui ciri-ciri puisi dan penjelasannya.

Namun sebelum mempelajari ciri-ciri puisi dan penjelasannya, Anda juga harus mengetahui unsur-unsur puisi yang dibagi menjadi struktur fisik dan struktur batin. Pada struktur fisik puisi, unsur puisi terdiri dari tipografi, diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, irama atau rima. Sedangkan untuk struktur batin puisi terdiri dari unsur tema, nada, dan amanat. 

Ciri-Ciri Puisi dan Penjelasannya 

Setelah mengetahui pengertian dan beberapa unsur yang dimiliki oleh puisi, Anda juga perlu tahu jika ciri-ciri puisi dan penjelasannya berbeda-beda tergantung dari jenis puisi itu sendiri. Untuk Anda yang belum tahu, puisi memiliki dua jenis yaitu puisi baru dan puisi lama. 

Untuk bisa lebih memahami ciri-ciri puisi dan penjelasannya, perhatikan uraian singkat di bawah ini: 

1. Puisi Baru 

Jenis puisi baru ini merupakan puisi yang sudah tidak terikat dengan berbagai aturan dan memiliki bentuk yang lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal, seperti rima, baris, bait, diksi, dan banyak yang lainnya. 

Ciri-ciri yang dimiliki oleh puisi baru antara lain: 

a. Puisi baru memiliki sifat yang simetris atau memiliki bentuk rapih. 

b. Sajak yang dimiliki oleh puisi baru teratur. 

c. Puisi baru lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun. 

d. Puisi baru umumnya memiliki bentuk empat seuntai. 

e. Puisi baru terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra) yang pada setiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata. 

2. Puisi Lama 

Puisi lama merupakan jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan berbagai atran penulisan yang berlaku. Kaidah dan aturan-aturan tersebut seperti jumlah kata yang terdapat pada satu baris, jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait, sajak atau rima, jumlah atau banyaknya suku kata, serta penggunaan irama. 

Beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh puisi lama diantaranya: 

a. Puisi lama tidak diketahui siapa nama pengarang dari puisi tesebut. 

b. Puisi lama merupakan sastra lisan karena cara penyampaian dan ajarannya dari mulut ke mulut. 

c. Puisi lama sangat terkait dengan kaidah serta banyak aturan pada penulisan yang masih berlaku, seperti gaya bahasa, diksi, rima, intonasi, dan masih banyak yang lainnya. 

Baik puisi baru atau lama memiliki jenis puisi yang berbeda-beda, seperti puisi baru yang memiliki jenis yang dikategorikan menjadi 2 macam yaitu berdasarkan isi dan berdasarkan bentuk. Jenis-jenis puisi baru berdasarkan isi yaitu balada, himne, romansa, ode, epigram, elegi, dan satire. Jenis-jenis puisi baru berdasarkan bentuk yaitu distikon, terzina, kuatrain, kuint, sektet, septime, oktaf, dan soneta. Sedangkan jenis puisi lama terdiri dari mantra, pantun, talibun, syair, karmina, dan gurindam. 

Selain mengetahui ciri-ciri puisi dan penjelasannya, masih banyak hal yang harus diketahui jika memang ingin bisa membuat puisi atau bisa membedakan jenis-jenis puisi yang ditemui. Berlatih dengan menciptakan atau sering membaca puisi adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk bisa lebih memahami puisi. 

Itulah sedikit ulasan tentang ciri-ciri puisi dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya. 

0 Response to "Ciri-Ciri Puisi dan Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel