April 4, 2017

Bagaimana Hubungan Senior-Junior dalam sekolah kedinasan?



Sipepito.com- Sekolah kedinasan adalah sekolah yang pada umumnya menggunakan sistem boarding school atau asrama. Selain itu, Sekolah kedinasan juga identik dengan adanya sistem hirarki senior dan junior. Dalam hubungan senior dan junior tersebut, senior memiliki doktrin-doktrin yang telah diturunkan dari senior terdahulu hingga para junior yang baru masuk dan memperoleh pembinaan dari sekolah kedinasan yang mereka pilih.

Doktrin senior yang pada umumnya sering kita dengar adalah senior tidak pernah salah, dan apabila salah kembali ke pasal 1, begitulah bunyi dari doktrin umum yang ada diberbagai sekolah kedinasan. 

Sekolah kedinasan di Indonesia dapat dikatakan banyak mulai dari 5 matra yang terdiri dari AKMIL (AAD, AAU, AAL), IPDN, AKPOL  dan AIM, AKIP, STAN, STIS, STIN, STMKG, serta masih banyak sekolah kedinasan lainnya.

Pengertian Doktrin menurut KBBI adalah Ajaran, jadi seringkali doktrin yang diberikan oleh senior kepada junior ada yang bersifat membangun dan ada juga yang menyimpang. Sebagai seorang senior yang bijak sebenarnya harus memberikan doktrin yang bersifat membangun dan memotivasi junior agar semangat dalam menempuh pendidikan yang mungkin dirasa berat oleh para junior.

Sebagai seorang peserta didik di sekolah kedinasan, saya juga mengakui bahwa doktrin dari senior sangatlah membantu dan membentuk sikap serta karakter saya sebagai peserta didik di sekolah kedinasan tersebut, walaupun terkadang ada doktrin yang menurut saya menuju kearah yang menyimpang, namun saya juga harus pintar-pintar memilah apa saja yang dapat diterima dan harus ditolak.

Hubungan senior dan junior menurut saya sangat penting, karena apabila hubungan tersebut terjalin dengan baik maka akan berlangsung hingga nanti penugasan kerja yang sebenarnya dilapangan.

Sekolah kedinasan juga kental dengan yang namanya HIRARKI, yaitu tingkatan. Jadi tingkat bawah wajib memberikan penghormatan atau PPM (Peraturan penghormatan militer) kepada abang atau kakak yang berada ditingkat atas tersebut. Guna dari PPM tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan kepada senior dan kepada para pimpinan dilingkungan kedinasan tersebut.

Sekolah kedinasan juga seringkali dikaitkan dengan kekerasan. Kekerasan menurut saya terjadi apabila terjadinya kontak fisik antara senior kepada junior, sesama angkatan, ataupun dari pelatih kepada peserta didik yang menyebabkan salah satu pihak terluka dan dirugikan.

Namun tak jarang sebagian orang awam menganggap pembinaan seperti push-up, jalan jongkok, merayap, jungkir, dan guling merupakan bagian bentuk kekerasan. Sebenarnya kegiatan tersebut merupakan bentuk dari pembinaan yang diberikan untuk membentuk mental serta karakter peserta didik dan juga sebagai bentuk tindak lanjut dari pelanggaran yang dilakukan peserta didik.

Pembinaan itu diberikan kepada peserta didik apabila sudah diingatkan melalui perkataan namun masih juga dilakukan, maka jalan yang ditempuh adalah melalui kegiatan tersebut yang diharapkan mereka dapat mengerti kesalahan yang mereka lakukan.

Penanaman sikap, mental, dan disiplin perlu ditaman kepada peserta didik mulai dari ia baru masuk (Tingkat I). gunanya apa? agar dapat merubah sikap mereka yang masih bersifat bebas, keras kepala, dan manja menjadi seorang kader yang tangguh, berkarakter dan berdisiplin tinggi. Itulah mengapa tingkat 1 merupakan tingkat yang sangat menyakitkan dan perlu melakukan penyesuaian dengan kehidupan yang penuh peraturan.

Apabila anda pernah melihat peserta didik (Tingkat I) yang baru menempuh pendidikan di sekolah kedinasan hitam, kurus, kucel dan sebagainya, itulah namanya sebuah proses penanaman. Proses penanaman tersebut diberikan melalui serangkaian latihan fisik dan intelektual yang harus diterima peserta didik (Tingkat I) dan sangat menguras tenaga dan pikiran.

Namun masa itu tidak akan berlangsung lama, junior yang hitam tersebut akan naik tingkat dan akan membimbing kembali adik-adiknya yang baru masuk. Siklus ini akan terus terjadi dan berulang-ulang, tak jarang cerita yang dialami akan sama seperti dengan senior terdahulu.

Junior yang hitam, kurus, kucel tersebut akan mulai Nampak gagah dan mulai sedikit manis. Setiap tingkatan senior menurut saya, semakin tinggi tingkatannya akan mulai Nampak ganteng/cantiknya.

Kembali lagi kepada Hubungan Senior dan junior di sekolah kedinasan
Dalam menjalani kehidupan di sekolah kedinasan, terdapat yang namanya keluarga asuh. Keluarga asuh adalah keluarga kecil yang terbentuk berdasarkan pembagian secara acak dari mulai tingkat 1 hingga tingkat 4. Jadi junior dan senior dapat menyapa dengan sebutan kak suh/dek asuh.

Hubungan ini yang saya rasakan sangat erat, karena apabila sudah dekat dengan senior atau junior dapat seperti keluarga sendiri. Tak jarang ketika bertemu dikantin atau saat pesiar, kakak asuh wajib mentraktir adiknya makan ataupun sekedar ngumpul membeli minum, itulah hebatnya kekeluargaan disekolah kedinasan.

Disamping itu sering juga saya diajak senior (kakak asuh) untuk bermain ke daerah provinsi pendaftarannya. Senior yang saya anggap sebagai seseorang yang menakutkan dan disegani dapat dekat seperti keluarga melalui hubungan yang dinamakan keluarga asuh dalam sekolah kedinasan tersebut.

Mungkin hanya itu yang dapat saya bagikan dalam artikel yang membahas hubungan senior dan junior dalam sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan menurut saya adalah sekolah para kader yang harus siap dalam kondisi apa saja, ya mungkin kami tidak sebebas mahasiswa pada umumnya, namun kami memiliki sikap, karakter, dan disiplin yang dapat diuji.

2 komentar

Tolong dong mas rekomensai'in sekolah kedinasan untuk lulusan smk yang biaya hidupnya kurang mampu , terimakasih.

Rekomendasi kedinasan untuk lulusan SMK
AIM, POLTEKIP, atau STIN


EmoticonEmoticon